Avatar Machine

Avatar movieAnda tentu sudah menyaksikan film “Avatar” karya sutradara kondang James Cameron, bukan? Film tersebut menceritakan penyusupan yang dilakoni oleh “penjajah” sekaligus “penjarah” dari Bumi, dengan mengendalikan tubuh tak bernyawa bangsa Na’vi. Tapi, tahukah Anda bahwa teknologi pengendalian sekaligus pengalaman di tubuh dan dunia lain itu sebenarnya bukan fiksi?

Di dunia belahan timur yang masih akrab dengan klenik, kita kerap menjumpai kasus “kerasukan”. Ada makhluk lain yang masuk ke dalam tubuh seseorang dan mengendalikannya. Di belahan lain dunia ini, seorang mahasiswa desain, Marc Owens, berusaha menciptakan pengalaman yang berbeda. Anda, manusia, yang merasuki tubuh makhluk lain. wow…
Tubuh yang dikendalikan oleh sesuatu diluar dirinya sendiri inilah yang disebut dengan avatar. Dalam terminolgoi game komputer dan lingkungan virtual, avatar adalah wujud digital dari manusia asli. Avatar bisa merupakan apa saja sepanjang dikendalikan manusia. Jika pernah bermain video game, seprti World of Warcraft (WoW), Tomb Raider, atau Grand Theft Auto, Anda pasti paham game yang memakai perpektif orang ketiga. Dalam game-game diatas, Anda bisa melihat tokoh yang Anda mainkan.

Terilhami WoW
Dalam kebanyakan game seperti itu, posisi standar kamera adalah diatas dan belakang tokoh, seolah-olah Anda melayang beberapa meter di belakang. Owens merancang avatar machine agar para pengguna dapat melihat diri mereka dari perspektif ini, seakan-akan mereka adalah tokoh di dalam lingkungan virtual. Owens mengatakan bahwa karyanya secara khusus diilhami oleh MMORPG WoW. Sebetulnya alat yang dibutuhkan tali kekang dan helm, tetapi Owens tak puas sampai disitu, ia merancang satu kostum lengkap. Ia menambahkan taji-taji panjang pada helm selain juga bidang berbantal merah dibelakang atas torso (batang tubuh), pita lengan coklat, sarung tangan hitam, dan celana putih gembung. Kostum ini mirip semacam tokoh khayalan yang Anda jumpai dalam WoW. Inspirasi lain bagi karya Owens adalah minatnya terhadap perilaku manusia dalam lingkungan gaming. Ia ingin melihat apakah perilaku orang akan berbeda, ketika mereka mengamati diri sendiri dari perspektif orang ketiga. Ia menguji karyanya di beberapa lokasi, seperti Hyde Park di London, Inggris. Ia mengamati bahwa sebagian orang mulai bergerak seperti tokoh-tokoh dalam WoW. Mereka mengambil langkah-langkah lebar dan mengayunkan lengan dengan semangat, sehingga menarik perhatianS pejalan kaki yang sedang melintas.

Hardware Avatar
Selain elemen kostum yang disertakan untuk menampilkan kesan tokoh video game pada avatar machine, alat tersebut terdiri atas:

  • Tali kekang yang mengikat torso pengguna.
  • Tiga sabuk aluminium sepanjang dua meter yang tersemat pada tali kekang pengguna di punggung bawah dan pundak, membentuk tripok.
  • Kamera video pinhole wide-angle di ujung tripod, berbeda dengan kamera pinhole sederhana yang dipakai dalam fotografi.
  • Head-mounted display (HMD) yang tersimpan dalam helm.
  • Catu daya yang tersambung ke tali kekang.

Kamera video pihhole wide-angle yang dipakai Owens adalah pilihan terbaik untuk penerapan semacam ini. Kamere Video pinhole bukan hanya kecil, sering digunakan dalam operasi pengamatan rahasia karena sulit ditemukan, tetapi juga memiliki fokus tetap yang tak terhingga dengan lensa yang sesuai. Anda tak bisa mengatur fokus pada kamera berfokus tetap, tetapi kamera tersebut dirancang untuk menangkap semua benda sampai titik tertentu dengan fokus tetap, tak peduli seberapa jauh jaraknya. Lensa wide-angle pada kamera diperlukan untuk memastikan agar pengguna bisa melihat cukup banyak frame. Lensa wide-angle mempunyai panjang fokus yang lebih pendek daripada lensa biasa. Panjang fokus adalah jarak antara lensa dan charge-coupled device (CCD), sensor citra semikonduktor dalam kamera yang membuat citra video dengan menerjemahkan intensitas cahaya yang menerobos lensa.

Dengan panjang fokus yang lebih pendek, Owens dapat menyetel kameranya pada posisi tetap dengan jarak tiga kaki saja di belakang pengguna. Tanpa lensa wide-angle, ia harus membuat tripod lebih panjang untuk mendapatkan sudut pandang yang sama sehingga avatar machine akan lebih sulit dipakai. Head-mounted display yang dirancang Owens adalah helm yang berisi layar. Seorang pengguna yang memakai avatar machine melihat citra video punggungnya. Helm tersebut tak memiliki sistem pelacakan terpadau apapun, yang berarti jika pengguna menolehkan kepalanya, sudut pandang tak berubah. Ia hanya dapat mengubah sudut pandang dengan bergerak ke depan, ke belakang, atau meliukkan torso-nya ke arah lain. Kendati tidak harus dipakai agar alat bekerja, setelan berbantalan sangat membantu pengguna yang slebor. Owens mengamati bahwa kebanyakan orang perlu beberapa menit untuk membiasakan diri dengan interface avatar machine sebelum bergerak ke sana – ke mari dengan nyaman saat memakainya. Penasaran dan ingin menjajal mesin karya Owens ini? Kita tunngu saja sampai avatar machine diproduksi massal.

Sumber:
tabloid PC MILD edisi Juli 13/2010
http://www.howstuffworks.com
http://www.marcowens.co.uk

Advertisements

, ,

  1. #1 by happy dharez ginting on November 6, 2010 - 4:25 PM

    aq dah nonton.
    bgus mang bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Kalender

    October 2010
    M T W T F S S
        Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Barcelona FC

    Leonel Messi
  • ManchesterUnited

    Wayne Rooney
  • Flickr Photos

%d bloggers like this: